Model OSI Domain Name System

DOMAIN NAME SYSTEM

Nama : Zulfiandri

BP : 07093011

PROGRAM STUDY TEKNIK KOMPUTER

JURUSAN TEKNOLOGI INFORMASI

POLITEKNIK NEGERI PADANG

Abstrak

Tulisan ini mejelaskan tujuan , sejarah DNS dan orang yang mengusulkan untuk menggunakan DNS. Menjelaskan tentang pengertian DNS dan sturktur DNS yang terdiri atas beberapa tingkat. Menjelaskan tentan komponen-komponen apa saja yang terdapat pada sebuah DNS. Menjelaskan bagaiman DNS digunakan atau diaplikasikan. Menjelaskan bagimana pengkonfigurasian DNS. Menjelaskan apa software server DNS yang sering digunakan.


I. Tujuan

DNS bertujuan untuk melakukan pendistribusian database host name dan IP address. Dengan pendstribusian ini, masing-masing organisasi hanya bertanggung jawab terhadap database yang berisi jaringan miliknya saja. Karena sifat database yang terdistribus, maka harus ada suatu mekanisme bagi host lain utuk menemukan host yang tepat, yang menyimpan data yang dibutuhkan.

Agar komunikasi dapat dilakukan dengan semua komputer di dunia, setiap komputer di jaringan Internet mempunyai nomor, seperti halnya telepon. Nomor tersebut harus unik, dan ditulis dalam format empat kumpulan angka, misalnya 202.123.41.52. Nomor ini biasa dikenal dengan sebutan alamat IP. Jadi, komputer saling berkomunikasi satu sama lain menggunakan alamat IP tersebut. Sayangnya, manusia tidak terlalu pandai untuk mengingat sedemikian banyak angka/nomor alamat IP. Untuk memudahkan manusia, dikembangkanlah nama domain yang merepresentasikan nama sebuah komputer di Internet.

Suatu host name yang baik dan bagus adalah host name yang bayak atau sering dikunjungi oleh host name yag lain. Maka dengan pemberian host name yang menarik akan memperbayak jumlah host name dikujungi oleh host name yang lain.

II. Pendahuluan

2.1 Sejarah Domain Name System (DNS)

Dengan berjalannya rounting paket IP, Wide Area Network berbasis protocol TCP/IP sudah dapat diujutkan. Namun dalam penggunaannya, teryata muncul lagi masalah baru. Saat pengguna aplikasi internet hendak menghubungi computer tujuan, dia harus menyebutkan terlebih dahulu IP address dari computer tujuan tersebut.

Padahal jika dilihat dari formatnya yang berupa angka, dapat diduga bahwa IP address cukup sulit untuk diingat. Lebih mudah bagi manusia untuk mengingat nama dari pada angka. Karenanya, agar internet lebih mudah digunakan, diperlukan suatu cara untuk memetakan dari IP addess ke nama host dan sebaliknya.

Pada awalnya digunakan tenik yang dinamakan host table. Masing-masing host/komputer menyimpan daftar kombinasi nama computer dan IP addres, pada file yang dinamakan HOST.txt file ini berisi nama dan IP Address seluruh komputer yang terkoneksi ke internet. File ini pula yang setiap kali diperbaharui melalui FTP ke seluruh host internet, jika terdapat penambahan host baru.

Saat internet masih merupakan komunitas yang kecil, hal ini tidak menjadi masalah. Masalah baru timbul ketika internet semakin membesar dan membesar. Tahun 1984, jumlah computer yang terhubung mencapai 1000 buah. Jumlah host yang harus di HOST.TXT menjadi terlalu banyak dan dua cara ini pun menjadi tidak efisien.

Karena itu, muncul ide untuk melakukan pendistribusian database hostname dan IP Addres ini. Dengan pendistribusian ini, masing-masing organisasi hanya bertanggung jawab terhadap database yang berisi informasi jaringan miliknya saja. Karena sifat database yang terdistribusi, maka harus ada suatu mekanisme bagi host lain untuk bisa menemukan host yang tepat, yang menyimpan data yang ia butuhkan.

Tahun 1984, Paul Mockapetris mengusulkan system terdistrbusi yang dinamakan DNS (Domain Name System ). System inilah yang digunakan hingga sekarang.

Selain untuk memetakan IP Address Nama Host, DNS (Domain Name Sytem) juga digunakan sebagai sarana bantu penyampaian e-mail (e-mail rounting). Hal ini diterangkan pada sub bab knfigurasi DNS.

2.2 Domain Name System (DNS)

DNS adalah sebuah aplikasi services di internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP Addres. Sebagai contoh, WWW untuk penggunaan internet, lalu ketikkan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan dipetakan kesebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untukmenghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:

1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).

2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.

3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

2.3 Sruktur DNS

Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:

· Root-Level Domains Domain

Ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).

· Top-Level Domains

Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top level domains:

· com Organisasi Komersial

· edu Institusi pendidikan atau universitas

· org Organisasi non-profit

· net Networks (backbone Internet)

· gov Organisasi pemerintah non milite

· mil Organisasi pemerintah militer

· num No telpon

· arpa Reverse DNS

· xx dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)


Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts. Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain.

Untuk contoh:
Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti : client1.training.bujangan.com.

· Host Names

Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.

2.4 Komponen DNS

  1. Resolver

Resolver ialah bagian dari program aplikasi yang berfungsi menjawab pertayaan program aplikasi tentang domain. Resolver akan menjawap pertayaan dengan dua cara yaitu melihat isi Cachenya (dengan asumsi bahwa pertanyaan ini sudah ditanyakan dan jawabannya tersimpan di cache), dan bertanya pada server DNS serta menginterpretasikan hasilnya.

  1. DNS Server

DNS Server adalah komponen domain name system yang mengatur jalannya pendistribusian data. Yang menentukan name server mana yang bisa dan berhak menjawab pertayaan yang diajukan.

  1. Cache

Cache adalah tempat penyimpanan data-data pertayaan dan jawabanya yang pernah terjadi.

2.5 Prisip Kerja DNS

Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut engan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau lient mengirimkan ermintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses engan cara mencek ke local atabase DNS, enghubungi name server lainnya atau akan engirimkan message failure jika ternyata ermintaan dari client tidak ditemukan.

Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara
memetakan nama komputer (host) ke IP address

III. Aplikasi

DNS digunakan pada format penamaan host di internet. Beberapa pengaplikasiaan domain antara lain:

· Domain com

Digunakan oleh organisasi bersifat komersial (ibm.com, Microsoft.com).

· Domain edu

Edu (berkely.edu, pudue.edu, mit.edu) digunakan untuk lemabaga pendidikan (universitas).

· Domain gov

Digunakan untuk lembaga pemrintahan Amerika Serikat ( whitehouse.gov., odci.gov.)

· Domain int

Digunakan oleh organisasi iternasional (nato.int.)

· Domain mil

Digunakan oleh badan kemilitiran Amerika serikat (army.mil., navy.mil., af.mil)

· Domain net

Digunakan oleh penyedia jaringan internet (ibm.net

· Domaint org

Digunakan oleh organisasi non komersial (greenpeace.org). Hingga saat ini sitem pembagian organisasional seperti ini masih berlaku di Amerika.

Dengan semakin banyaknya negara-negara yang terhubung ke internet, kemudian diputuskan untuk menggunakan standart pembagian geografis yang ditetapkan sesuai standart ISO 3166. Inilah yang disebut TLD Negara (County Domain). Berdasarkan konvensi tersebut, dialokasikan Top Level Domain yang merupakan pengenal geografis atau negara.

· Domain id

Adalah Top Leve Domain yang digunakan Indonesia

· Domain uk (United Kingdom)

Adalah Top Leve Domain yang digunakan Inggris

· Domain my

Adalah Top Leve Domain yang digunakan Malaysia

Pada umumnya pembagian TLD secara geografis ini kemudian diikuti dengan pembagian berdasarkan afiliasi organisasi bagi level domain dibawahnya.

· Domain edu.au atau com.

Salah satu contoh pengabdosian system pembagian Amerika.

· Domain co.uk atau ac.uk

Salah satu contoh pengabdosian system pembagian Amerika.

Konvensi pembagian nama domain di Indonesia ditetapkan sampai level kedua (Secind Level Domain). Sedangkan aturan penamaan domainnya mengikuti system inggris.

Untuk penamaan Third Level Domain dan seterusnya, hal ini diserahkan kepada pengelola jaringan yang besangkutan.

· Domain atasangin.ac.id , angina.ac.id

Salah satu contoh penamaan Third Level Domain disebuah univesitas.

Selain memetakan nama host ke IP address, DNS juga memili fasilitas reverse mapping. reverse mapping adalah proses memetakan IP Address ke domain-name. Reserve Mapping juga digunakan untuk menghasilkan keluaran yang lebih manusiawi, mudah dibaca dan diiterpretasikan, misalnya untuk pemecahan log-file.

Gambar. Reverse Address Tree

Saat suatu organisasi bergabung ke internet dan mendapatka otoritas untuk nama domain tertentu, dia juga mendapatkan otoriatas untuk namespace in-addr.arpa, sesuai dengan IP Address yang dimilikinya.

Keseluruhan domain name space diatas, baik yang biasa maupun reverse mapping, sebagai mana digambarkan di gambar.Reverse Addess Tree tidak dikelola oleh satu server. Pengelolaannya dilakukan secara terdistribusi. Untuk itu DNS dibagi kedalam zone-zone. Sebuah zon meliputi seluruh host dibawah domain tertentu, kecuali yang didelegasikan ke zona lain.

Zona ini bisa berupa second level domain (mit.edu), third level domain (itb.ac.id), fort level domain (ee.itb.ac.id) dan seterusnya. Sebuah domain bisa saja membagi zonanya menjadi zona-zona yang lebih kecil. Misalnya univesitas bisa membagi zonanya menjadi fakultas dan jurusan (ee.itb.ac.id) = electrical engineering ITB), sedangkan perusahaan bisa membagi zonanya megikuti kantor cabang atau divisi iternal perusahaan tersebut (research.ibm.com), lihat gambar 4.3.

Saat administrator jaringan memutuskan untuk membentuk zona baru, maka harus disediakan name server untuk zona tersebut. Name sever inilah nanti yang akan menjawab setiap pertayaan tentang zona yag bersangkutan.

Jika jumlah computer di zona yang bersangkutan sedikit, maka tugas administrator DNS menjadi ringan. Jika jumlah computer sudah terlalu banyak, maka sebaiknya dilakukan pembentukan zona baru serta pendelegasian domain.

Jika pada suatu domain ingin membentuk zona baru, ditugaskan sebuah primary mame sever dan satu atau lebih secondary name server untuk menangani zona ini. Dengan demikian sever DNS induk telah memberikan authority pada name server yang bersangkutan untuk menangani zona tersebut. Kedua jenis server ini pun menjadi name server yang authoritative untuk zona tersebut.

Sebagai mana konsekuensinya, data zona yang terdelagasi pada name server induk hanya berisi petunjuk sebuah name server yang authoritative untuk zona ini, bukan beisi data /informasi dari zona yang didelagasikan. Dengan demikian, bila suatu saat terdapat pertayaan terhadap data-data tersebut, server akan menjawab memberikan daftar name server yang dapat dan lebih patut untuk ditanya.

Kedua jenis name server diatas yaitu Primary dan Secondary, memiliki tugas yang sama yaitu menjawab setiap pertayaan (query) tentang zona yang bersankutan. Perusahaan lebih dari satu name server ini bertujuan untuk mengatur pembagian beban serta redudansi. Jika name sever yang lain yang bertanggung jawab terhadap suatu zona.

III.1 Mengkonfigurasi Domain Name Sever

Software implementasi DNS yang paling sering digunakan ialah BIND.

BIND (Berkeley Internet Name Domain) adalah software implementasi DNS yang dibuat oleh Kevin Dunlap untuk system komfigurasi unix Berkeley 4.3BSD.

III.2 Mengkonfigurasi BIND

Untuk menjalankan server DNS pada suatu host, diperlukan file-file berikut:

/etc/named

/etc/named.boot

Zone.file

Named (dibaca name-di) merupakan file executable. Sedangkan named.boot dan zone.file merupakan file text.

Named.boot merupakan file yang pertama kali dibaca oleh named saat ia dijalankan. File ini berisi informasi inisialisasi domain, yaitu tipe servers DNS yang dijalankan ini, daftar zone, tempat server DNS memiliki Autority, lokasi file atau serves lain tempat seves mendapatkan data awal. Sedangkan zona file berisi data resource record untuk masing-masing hot.

III.3 Konvigurasi Jaringan

Dalam menerangkan konfigurasi boot script dan zona file akan menggunakan konfigurasi jaringan, dalam penamaan diambil berdasarkan nama-nama dewa, dewi, ratu, raja serta kota-kota di zaman mesir kuno.

III.4 Konfigurasi Boot Script server DNS

· Named boot

File ini berisi informasi inisialisasi serves DNS. Isi named Boot akan berkaitan dengan kofigurasi DNS yang kita buat. Jaringan name boot di bawah domaint name Alexandria

III.5 Kofigurasi Reverse Domain pada

Named.boot

Pemetaan balik adalah pemetaan yang merupakan pemetaan balik dari pemetaan host name ke IP Address proses in disebut reverse mapping, sementara domainnya disebut reverse domain. Reverse domain digunakan untuk pembuatan statistic akses ke suatu server (untuk mengetahui host dari domain yang mengases server-server tertentu yang kemudian disimpan dalam Log File). Disamping itu reverse domain diperlukan juga untuk security jaringan (outhory zation).

Bila menggunakan host table name pemetaan hostnya nama pemetaan host ke IP Address merupakan pemetaan satu ke satu, kemudia resolver akan mencari Host Name pada host table secara berrutan.

Solusi yang digunakan dalam membuat suatu damain dengan mengunaka IP Addres sebagai domain.

Dalam pemberian nama dalam sub domain dibawah Top Level domain mengikuti aturan sebagai berikut.

a. Subdomaint dibentuk denga menuliskan sup domain dalam format representasi IP Addres dalam bentuk Dot –Octet.

b. Pembentukan sub domain dibawah top level domain dimulai dari Okted pertama dan Sub domain selanjutnya di bentuk dari Okted selanjutnya.

III.6 Konfigurasi Zona file

Konsep resource record.

Zona file merupakan file yang berisi informasi yang berkaitan suatu domain yang tersedia atu set informasi untuk setiap domain, informasi untuk suatu domain berupa IP Address, kemudian name server bertanggung jawab untuk domain tersebut. Name server mempunyai kumpulan informasi yang disebut resource record, sedangkan standar penulisannya disebut sebagai standar Resourc Record.

Format standar dari Resaurce record ialah sebagai berikut:

{name} {ttl} addr-class record specific data

Field pertama adalah nama dari domain recor. Penulisan field ini harus selalu dimulai dari kolom pertama. Unntuk semua resource record selain resource record pertama dalam satu file, fied ini boleh dikosongkan. Jika ini dilakukan, maka domain recordnya mengikuti domain yang pertama kali disebut.

Field kedua berisi time to live, yaitu waktu lamanya data ini boleh disimpan dalam database. Jika ini dikosonkan, maka Time to Live(TTL) yang dipakai ialah TTL yang disebut dalam resoul resource record.

Field ketiga, berisi address class. Hanya satu kelas yang disupport, yaitu IN , untuk internet Address. Field keempat berisi data tipe resource record, dan ini field berikutnya tergantung pada jenis resource record yang bersangkutan. Seluruh data ini digunakan oleh name server secara case insetive, yaitu tidak memperdulikan perbedaan huruf besar dan kecil.

Resource record yang digunakan digunakan dalam DNS Ialah sebagai berikut:

· Start of authority Record (SOA)

Fungi start of Authority record (SOA) adalah mendefinisikan host name yang merupakan awal ari suatu zone. Untuk setiap zone hanya mempunyai sebuah SOA. SOA biasanya dideklarasikan pada awal zona file.

Komponen SOA record terdiri atas :

o Zone

Komponen ini mendefinisikan nama dari zona. SOA record terdiri atayang diwali denga karakter at_sing .

o Origin

Mendeklarasikan host name yangmerupakan primary serveruntuk domaint. Host name biasanya ditulis SCR FQDN. Misalnya snevitra. Alexsansria.cnrg.net.

o Contact

Mendeklarasikan email addres administratoryan bertanggung jawab atas domain.

o Serial

Merupakan nomor seri zona file. Serial number ini harus bertambah setiap ada perubahan data pada zona file.

o Refresh

Komponen ini mendeklarasikan selang waktu (dalam satuan datik) yang diperlukan oleh secondary server untuk memeriksa perubahan zonal file.

o Rentry

Komponen ini menetukan berapa lama(dalam satuan detik) secondary server menunggun untuk untuk mengulang pengecekan terhadap aprimay server apabila primary server tidak memberikan respon.

o Expire

Komponen ini menentukan berapa lama (dalam satuan detik) zona file dipertahankan pada secondary server apabila secondary server tidak dapat melakukan zona refress.

o Minimum

Komponen ini menentukan nilai default time to live(TTL) untuk semua resource record zona file.

· Name Server Record (NS)

NS record merupakan identifikasi authoritative server untuk suatu zona. authoritative server untuk suatu zona sebaiknya lebih dari satu sebagai tindakan preventif apabila primary server master tidak bias diakses oleh secondary server.

Komponen Name Server Record adalah sebagai berikut:

o Domain

o server

· Addess Record (A)

Fungsi address record (A) adalah untuk memetakan Host name Ke IP Adres.

Komponen Address Record adalah sebagai berikut:

o Host

Nama host yang hostnya seperti yang tercantum pada komponen address, host name ditulis relative terhadap domain dari hosat tersebut.

o Address

Adalah IP Address untuk host dan di tulis dalam bentuk dooted decimal.

· Mail exchanger Record (MX)

Mail exchanger Record (MX) digunakan untuk mengarahkan email untuk suatu host maupun domain ke host yang berfungsi sebagai mail server. Mail exchanger Record (MX) untuk suatu domain untuk sutu doamain yang tidak menjalankan mail software. Mail yang ditujukan untuk domain ini akan diarahkan ke host yang menjalankan mail software.

Komponen Address Record adalah sebagai berikut:

o Name

Host name ataupun domain pengiriman mail. Bila tujuan pengiriman adalah suatu domain pada Zona file, maka bagian ini cukup dikosongkan.

o Preferdnce

Menentukan tingkat prioritas mail exchanger yan akan digunakan untuk meredirect mail ke(name). sebuah host ataupun domain dapat memiliki beberapa mail exchanger.

o Host

Adalah host name dari mail exchanger yang digunakan untuk mengarahkan mail kehost ataupun domain yang didefinisikan pada field name.

IV. Kesimpulan

DNS (Domain Name System) digunakan untuk mempermudah penggunaan internet, dengan memetakan IP Address ke nama host. Agar data nama host dapat didistribusikan di banyak server, format data yang digunakan harus mencerminkan data tersebut. Untuk itu, digunaka format Tree dengan masing-masing nodenya disebut domain. Penulisan nama host secara lengkap disebut sebagai Full Qualified Domain Name (FQDN)

DNS terdiri atas beberapa komponen, yaitu server, resolver, dan cache. Server berfungsi menyediakan jawaban atas pertayaan domain, resolver berfungsi mencari jawaban berdasarkan pertayaan domain dari aplikasi, dan cache berfungsi menyimpan sementara data hasil query untuk menghemat waktu proses name resulation.

Software server DNS yang paling banyak digunakan ialah BIND. Dalam menjalankan BIND diperlukan konfigurasi atas boot script dan zona file. Boot script ialah sekumpulan file yang diperlukan untuk mengisialisasi operasi sever DNS. Sedangkan zona file berisi data nama domain dari jaringan tertentu.

Ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan
level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).

V. Daftar Pustaka

Purbo, W. Onno. Buku Pintar Internet TCP/IP.Elex Media Komputindo.Bandung; 1988


Tinggalkan Balasan